Kemanakah jejak2 para ilmuwan islam?
Kemana atuh yah kok tak kedengaran? Atau sama sekali nggak ada.
Hush!Jangan sembarangan ngomong.
Ada kok. Siapa blg nggak ada.
Tahu Ibnu Sina?
Siapa tuh?
Itu lho yang menemukan alat kedokteran untuk mata kalau nggak salah.
Iya apa?
Nggak percaya? Coba aja browser di internet atau cari referensinya.
Orang2 yang tak mau mempublikasikan nama bangsa arab yg cenderung islam itu mengubah nama ibnu sina menjadi avicena.Biar agak kebulean kali yah terus dibilang orang barat nih penemunya.
Musa bin Al-kharijmi.
Siapa lagi nih?
Wah nggak tahu yah.
Kan teorinya sering dipelajari di pelajaran matematika.Itu lho teori aljabar.
Orang2 pada kenal teorinya tanpa kenal pembuatnya.
Atau jangan2 disengaja kali sama orang2 yg tak senang.
Hush nggak boleh su'udzon.
Oh iya y!
Banyak sekali ilmuwan2 islam yg besar sumbangsihnya terhadap dunia.
Tahu nggak ada rumor kalau sebenarnya pada saat perang salib yg dimenangkan oleh kaum Romawi para prajurit mencuri hasil2 penyelidikan para ilmuwan kita lho dan mereka juga membakar catatan2 para ilmuwan.
Nah siapa tahu temuan para ilmuan di barat sebenarnya sudah ditemukan lebih dulu oleh ilmuan islam.Mungkin kali yah?
Tapi itu kan dulu.Sekarang kan nggak ada lagi ilmuan islam kayak itu.
Ada kok.
Siapa hayo?
Harun Yahya.
Dia adalah salah satu yang membangkang teori evolusi yg mengatakan manusia berasal dari kera.
Dia membeberkan fakta dan disertai kutipan Al-Quran dalam setiap bukunya.
Subhanallah.
Dan dia juga banyak mengemukakan teori2 pengungkapan sejarah, kejadian alam, dan fenomenanya berdasarkan Al-Quran.
Wah keren bgt.
Iya kan keren.
Makanya jangan cuma mengagumi ilmuwan barat doang ilmuwan islam nggak kalah sama mereka.
Dan jangan hanya mengagumi kita juga harus jadi kayak mereka yg haus akan ilmu dan mencintai Yang Maha Pemberi Ilmu.Ok.Are you Ready?Yuk berfastabiqul khoirot.

18 tahun menjalani hidup di dunia.
Masya' Allah sejauh itukah,Gita?
Sedang sisa waktumu berkurang.
Allah memberi amanah padamu disetiap detik,hari,bulan,dan tahun yg kau jalani.
Lihatlah dirimu yg masih berleha2 seraya memainkan amanah.
Sudahkah kau bersyukur,Gita?
Lihatlah nikmat yg Allah berikan padamu.
Bahkan di setiap ujian adalah nikmat untukmu.
Adakah kau sadar itu?
Maka nikmat Tuhanmu yg manakah yg akan kau dustakan wahai Gita?
Gita,
seberapakah kau berterimakasih kepada org tuamu.
Ketika 18 tahun yang lalu kedua org tuamu merawat kau yg begitu tak berdaya tetapi mereka tetap menjagamu.
Sisamu tak ada yang tahu,Gita?
Sadarlah itu!
Maka lihatlah dan pahami semua kata-kata Tuhanmu!
Maka kajilah segala tanda-tanda Sang Khaliq!
Maka sentuhkanlah keningmu di bumi-Nya!
Maka sentuhlah hati kedua orang yang merawatmu!
Maka berbagilah kau dgn saudara2mu dalam kesabaran dan kebenaran!
Akankah predikat wanita sholehah itu kuraih dan gelar syahidah kuperole?

Entahlah..
Sesuatu mengungkit aku tentang mencari sebuah jati diri yg masih bersembunyi.
Hanyalah tentang kekosongan belaka jika aku mengingatkan diri dalam sesal yang aku alami.
Tentang sebuah keterlambatan yg bukan kesengajaan.
Namun bukan aku namanya jika aku tak menyunting bunga di balik itu semua.
Ok.
Saatnya berubah.
Bukan power ranger but spirit of me.