DASAR – DASAR STRATEGI PEMBELAJARAN

Seiring dengan tanggung jawab profesional pengajar dalam proses pembelajaran, guru dituntut untuk selalu menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan program pembelajaran yang akan berlangsung. Tujuannya adalah agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien, sehingga materi bisa dikuasai oleh peserta didik. Umumnya persiapan awal yang dilakukan adalah membuat suatu pembelajaran dimulai dari membuat perumusan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai diakhir pembelajaran,yang menjadi tolak ukur dalam menentukan langkah-langkah berikutnya yaitu rangkaian kegiatan yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.

Guru dituntut untuk memahami, memikirkan strategi atau pendekatan yang akan digunakan. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi berdampak pada tingkat penguasaan atau prestasi belajar peserta didik.

A. Hakikat Strategi Pembelajaran

Proses pembelajaran merupakan proses multiarah antara siswa, guru dan lingkungan belajar. Karena itu proses pembelajaran harus diatur sedemikian rupa sehingga akan diperoleh dampak pembelajaran secara langsung (instructional effect) kearah perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Pendapat para ahli :

1. Kozma dan Gafur(1989): Strategi Pembelajaran diartikan sebagai kegiatan yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelejaran tertentu.

2. Gerlach dan Ely (1980): strategi pembelajaran merupakan cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pembelajaran tertentu. Meliputi,sifat lingkup dan urutan kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik.

3. Dick dan Carey (1990): Strategi Pembelajarn terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur/tahapan kegiatan belajar yang digunakan guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan tertentu. Pengaturan materi dan paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik juga merupakan komponen materi pembelajaran.

4. Gropper di dalam Wiryawan dan Nurhadi (1990): Strategi Pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai melalui kegiatan pembelajaran lalu dipraktekannya. Jadi Setiap kegiatan belajar memerlukan latihan dan praktek langsung.

Strategi Pembelajaran merupakan cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pelajaran, sehingga akan memudahkan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat dikuasainya diakhir kegiatan belajar.

Tidak ada satupun strategi pembelajaran yang paling sesuai untuk semua situasi dan kondisi yang berbeda walaupun tujuan pembelajaran sama. Strategi pembelajaran yang akan dipilih guru bertitik tolak dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan diawal maka, guru harus mampu menentukan startegi pembelajaran seperti apa yang akan digunakan. Strategi pembelajaran terdiri atas metode, tekhnik dan prosedur yang mampu menjamin peserta didik benar-benar dapat mencapai tujuan diakhir kegiatan pembelajaran.

Tekhnik pembelajaran yaitu alat atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik sesuai tujuan yang ingin dicapai. Metode pembelajaran yaitu cara yang digunakan guru didalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran harus lebih bersifat procedural,dan tekhnik yang digunakan selama prose pembelajaran berlangsung.

B. Komponen dan Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran

Menurut Walter Dick, Komponen strategi pembelajaran meliputi:

1. Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan, guru diharapkan dapat menarik minat peserta didik atas materi pelajaran yang akan disampaikan.

2. Penyampaian Informasi, guru perlu memperhatikan urutan ruang lingkup dan jenis materi yang akan disampaikan.

3. Partisipasi Peserta Didik, proses pembelajaran akan lebih berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan-latihan secar langsung dan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Hal penting yang perlu diperhatikan berhubungan dengan partisipasi peserta didik yaitu: latihan/ praktek dan umpan balik (feed back).

4. Tes, biasanya dilakukan diakhir kegiatan pembelajaran setelah peserta didik melalui berbagai proses pembelajaran. Penyampaian informasi berupa materi pelajaran pelaksanan tes juga dilakukan setelah peserta didik melakukan praktik atau latihan.

5. Kegiatan Lanjutan (follow up), setiap kali setelah tes dilakukan selalu saja terdapat peserta didik yang berhasil bagus atau diatas rata-rata.

Kriteria pemilihan strategi pembelajaran harus berorientasi pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, disesuaikan dengan jenis materi, karekterisik peserta didik serta situasi dan kondisi dimana proses belajar berlangsung. Terdapat metode dan tekhnik yang dapat digunakan oleh guru, tapi tidak semua sama efektifnnya dapat mencapai tujuan pembelajaran.untuk itu dibutuhkan kreatifitas guru dalam memilih strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran harus berorientasi pada tujuan pembelajaran, guru harus memilih tekhnik pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang diharapkandapat dimiliki saat bekerja nanti (dihubungkan dengan dunia kerja), media pembelajaran yang digunakan harus memberikan rangsangan pada indera peserta didik. Selain itu juga criteria pemilihan strategi pembelajaran harus dilandasi prinsip efisiensi dan efektifitas dalam mencapai tujuan pembeljaran dan tingkat keterlibatan peserta didik.

C. Pendekatan inovatif dalam strategi pembelajaran

Dalam mengaktifkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran secara mandiri yaitu melalui kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada penemuan (discovery) dan pencarian (inquiry). Menurut Jeremmy Brunner dalam Hasibuan dan Moejiono(1993) inquiry bertujuan untuk: membangkitkan intelektual siswa, memperoleh intrinstic reward, peserta didik dapat mempelajari heuristic, ingatan bertahan lama sampai terinternalisasi oleh peserta didik.

Proses pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses yang :

a) Berpusat pada peserta didik

b) Membentuk konsep diri yang positif

c) Meningkatkan derajat pengharapan peserta didik

d) Mencegah terjadinya verbalisme

e) Memungkinkan peserta didik sebagai subjek belajar.

Pendekatan inovatif dalam strategi pembelajaran diperlukan untuk mengaktifkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran melalui kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada proses penemuan (discovery) dan pencarian (inquiry). Terdapat berbagai pendekatan inovatif yang dapat dilaksanakan oleh guru dikelas , salah satunya pendekatan keterampilan proses. Pada pendekatan ini siswa hanya diberi kail dan cara mengailnya(tekhnologinya) untuk kemudian diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh siswa itu sendiri (inovasi baru yang terus bergulir)

CBSA diartikan sebagai suatu system belajar mengajar yang menekankan pada keaktifan siswa secara fisik, mental, intelektual, dan emosional. Tujuannya adlah untuk memperoleh hasil belajar yang berbentuk perpaduan antara aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif.

Prinsip CBSA terdiri atas prinsip - prinsip yaitu:

a) Prinsip utama yang meliputi keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar , membebaskan siswa dari ketergantungan yang berlebihan terhadap guru, setiap hasil belajar sarat dengan berbagai macam kegiatan belajar.

b) Prinsip belajar yang menunjang tumbuh kembangnya belajar aktif yaitu: stimulus belajar,perhatian dan motivasi, respon yang dipelajari, penguatan, pemakaian dan pemindahan.

c) Prinsip CBSA dalam dimensi program pembelajaran yang meliputi: penentuan tujuan dan isi pelajaran, pengembangan konsep dan aktifitas siswa, pemilihan dan penggunaan berbagai metode dan media, serta penentuan metode dan media pembelajaran.

d) Prinsip CBSA pada dimensi situasi belajar mengajar yang meliputi komunikasi yang bersahabat antarr siswa dan guru, kegairahan dan kegembiraan dalam mengajar.

Keaktifan siswa yang sulit diamati yaitu kemampuan berpikir untuk memecahkan masalah baru atau dengan kata lain keaktifan dalam rangka CBSA merujuk pada keaktifan mental meskipun untuk mencapai maksud tersebut diperlukan keterlibatan langsung dalam kegiatan fisik. Tugas utama guru adalah menciptakan suasana kelas yang sedemikian rupa agar terjadi interaksi belajar-mengajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Dalam proses belajar mengajar, pengembangan konsep harus dipadukan dengan pengembangan nilai dalam diri anak didik tujuannya adalah agar mengahsilkan manusia yang ahli sekaligus manusiawi. Artinya lulusan yang diharapkan mempunyai pengetahuan yang luas, manusiawi dan keduanya menyatu dalam pribadi yang serasi, selaras dan seimbang.

Kemampuan dasar yang perlu dikembangkan yaitu mengamati(observasi), menghitung, mengukur, mengklasifikasi,menarik hubungan antara ruang dan waktu, merumuskan hipotesis, merencanakan penelitian atau melakukan eksperimen, menendalikan variable, menafsirkan data, membuat kesimpulan sementara(inferensi), membuat prediksi(prakiraan), menerapkan(aplikasi), mengkomunikasikan.

0 komentar: