KATA PENGANTAR

Alhamdulilah puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini .Makalah ini merupakan tugas diskusi kelompok pada mata kuliah Pengantar Pendidikan .

Dalam menyeleaikan makalah ini banyak mengalami hambatan dan kesulitan ,namun berkat ketekunan dan kerja keras akhirnya makalah ini dapat diselesaikan .Selama proses penyusunan makalah ini banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak untuk itu penulis mengucapakan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Penulis menyadari akan keterbatasan kemampuan sehingga makalah ini masih jauh dari sempurna .Oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini .

Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas budi baik bapak-bapak atau ibu-ibu ,dan saudara-saudara dengan limpahan rahmatnya .

Bengkulu,Oktober 2009

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dimuka bumi ini .Ia selain memiliki ciri-ciri yang khas ,juga dilengkapi dengan kemampuan intelegensia dan daya nalar yang tinggi sehingga menjadi ia mampu berpikir, berbuat, dan bertindak ke arah perkembangannya sebagai manusia yang utuh.Kemampuan itulah yang tidak dimiliki oleh makhluk Tuhan lainnya seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan

Dalam kaitannya dengan perkembangan individu, manusia dapat tumbuh dan berkembangan melalui suatu proses , yaitu proses alami menuju kedewasaan ,baik yang sifatnya kedewasaan fisik jasmani maupun kedewasaan psikis rohani.Oleh sebaba itu untuk menuju ke arah perkembangan manuia yang optimal sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya, manusia memerlukan pendidikan sebagai suatu proses dan usaha sadar untuk lebih memanusiakan manusia.

B.Batasan Masalah

Mengingat banyaknya masalah maka pembahasan ini terbatas arti dan wujud hakikat manusia dimensi-dimensinya,pengembangan dimensi tersebut ,dan sosok manusia Indonesia seutuhnya .

C.Rumusan Masalah

Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:

1. Tentang manusia atau hakikat manusia sebagai makhluk ciptan Tuhan di muka bumi ini.

2. Tentang sifat manusia dan karekteristik yang menjadi ciri khususnya serta hubungannya dengan fitrah manusia dan yang membedakanya dengan hewan .

D.Tujuan

Tujuan pembahasan adalah untuk mendeskrisipkan secara utuh tentang konsep manusia dalam hubungan dengan garapan pendidiakan.

E.Manfaat

Manfaat dari pembahasan ini adalah :

1. Menuliskan sifat-sifat hakikat manusia yang membedakannya dengan hewan.

2. Mnjelaskan arti masing-masing sifat hakikat manusia tersebut.

3. Menjelaskan hubungan antara sifat hakikat manusia dengan kebutuhan pendidikan .

4. Menulis empat macam hakikat manusia

5. Mendeskipsikan ciri utama dari masing –masing dimensi hakikat manusia .

6. Menjelaskan implikasi pendidikan dari masing-masing dimensi hakikat manusia .

7. Membuat deskripsi tentang sosok manusia Indonesia seutuhnya menurut GBHN.

8. Menjelaskan manusia sebagai makhluk serba terhubung.

BAB II

PEMBAHASAN

Sasaran pendidikan adalah manusia .Pendidikan bermaksud menumbuhkembangkan potensi kemanusiaan .Alasan mengapa gambaran yang benar dan jelas tentang siapa manusia itu sebenarnya dan perlu diketahui oleh pendidik adalah:

1. Manusia memiliki ciri khas yang membedakannya dengan hewan yaitu sifst hakikat manusia .

2. Adanya pengembangan sains dan teknologi dimasa yang akan datang.

A.Sifat Hakikat Manusia

Pendidikan bukan sekedar praktek melainkan praktek yang berlandaskan dan bertujuan .landasan dan tujuan pendidikan itu bersifat filosofi normatif.Bersifat filosofi karena untuk mendapatkan landasan yang kokoh diperlukan kajian yang mendasar ,sistematis ,dan universal.Bersifat normatsecara karena pendidikan memiliki tugas untuk menumbuhkembangkan sifat hakikat manusia sebagai suatu yang bernilai luhur ,dan hal itu menjadi keharusan

1.Pengertian Sifat Hakikat Manusia

Sifat hakikat manusia diartikan sebagai ciri karakteristik ,yang secara prinsipil(jadi bukan hanya gradual) membedakan manusia dengan hewan.

Beberapa filosof seperti Socrates menamakan manusia Zoon Politicon(hewan yang bermasyrakat ), Max Schller menggambarkan manusia sebagai Das Kranke Tier ( hewan yang sakit ) (Drijarkara,1962:138) yang selalu gelisah dan bermasalah.

Pernyataan itu menibulkan kesan yang keliru.

2.wujud Sifat Hakikat Manusia

Wujud sifat hakikat manusia yang membedakannya dengan hewan adalah:

a.Kemampuan Menghayati Diri

Berkat adanya kemampuan menyadari diri maka, manusia menyadari bahwa dirnya memiliki ciri khas atau karakteristik diri.Hal ini menyebabkan manusia dapat membedakan aku dengan aku-aku yang lain dan lingkungan.Bahkan lebih dari itu manusia juga dapat membuat jarak (distansi) dengan lingkungannya baik pribadi maupun non pribadi .

Kemampuan membuat jarak dengan lingkungan berarah ganda ,yaitu arah keluar dan kedalam .Dengan arah keluar memandang da menjadikan lingkungan sebagai objek.Puncaknya mengarah pada egoisme.dengan arah kedalam (kamu,Ia,mereka)sebagai subjek ysng berhadapan dengan objek.Pengembangan kearah keluar berarti pembinaan aspek sosialitas dan pengembanga kearah dalam yaitu pengembangan aspek individualitas manusia.

b. Kemampuan Bereksistensi

Kemampuan bereksistensi adalah kemampuan menempatkan diri .Kemampuan bereksistensi inilah maka manusia terdapat unsur kebebasan .Dengan kata lain manusia bukan “ber-ada”melainkan “meng-ada” dibumi .

c.Kata Hati

Kata hati sering disebut dengan istilah hati nurani,lubuk hati,suara hati,pelita hati,dan sebagainya.Conscience ialah “pengertian yang ikut serta “atau “pengertian yang mengikuti perbuatan “.Manusia memiliki pengertian yang mengikuti perbuatan yang akan ,sedang,dan yang telah dibuat, bahkanmengerti baik/buruk bagi manusia .

d.Moral

Moral sering disebut dengan etika (perbuatan).artinya seseorang yang telah memiliki kata hati belum tentu perbuatanya sesuai kata hati.Jadi dapat disimpulkan bahwa moral yang singkron dengan kata hati yang tajam yaitu benar-benar baik bagi manusia sebagai manusia merupak moral yang baik atau yang luhur.

Etika dibedakan dengan etiket .Jika moral (etika) menunjuk kepada perbuatan yang baik /benar atau salah yang berprikemanusiaan maka etiket hanya berhubngan denga sopan santun.

e.Tanggung Jawab

Wujud tanggung jawab bermacam-macam ada tanggung jawab kepada diri sendiri,masyarakat,dan Tuhan.Hubungan antara kata hati,moral dan tanggung jawab sangat erat .Kata hati (pedoman) moral melakukan dan tanggung jawab merupakan kesediaan menerima konsekuensi dari perbuatan.

Dengan demikian tanggung jawab adalah keberanian untuk menentukan bahwa ssuatu perbuatan sesuai dengan kodrat manusia dan bahwa hanya karena itu perbuatan itu dilakukan sehingga sanksi apapun yang dituntutkan (oleh kata hati, masyarakat,norma-norma agama) diterima dengan penuh kesadaran dan kerelaan .

f. Rasa Kebebasan (kemerdekaan )

Merdeka adalah rasa bebas 9 tidak merasa terikat oleh sesuatu ) tetapi sesuai dengan tuntutan kodrat manusia .dalam pernyataan ini ada dua hal yang kelihatan sling bertentangan yaitu “ rasa bebas” dan sesuai dengan kodrat manusia” yang berarti ada ikatan .Kemerdekaan dalam arti yang sebenarnya memang berlangsung dalam keterikatan.Artinya bebasberbuat sepanjang tidak bertentangan dengan tuntutan kodrat manusia.

g.Kewajiban dan Hak

Tak ada hak tanpa kewajiban .Jika seseorang melakukan kewajiban maka ia akan memperoleh hak.Wajib bukanlah “ikatan “ melainkan keniscayaaan. Karena wajib adalah keniscayaan, maka terhadap apa yang di wajibkan manusia menjadi tidak merdeka.Usaha menumbuhkan rasa wajib sehingga dihayati sebagai keniscayaan dapat ditempuh melalui pendidikan disiplin .Disiplin menurut Selo Soemardjan meliputi empat aspek yaitu:

1. Disiplin rasional,yang bila terjadi menimbulkan rasa salah.

2. Disiplin social,jika dilanggar menimbulkan rasa malu.

3. Disiplin afektif,jika dilanggar menimbulkan rasa gelisah.

4. Disiplin agama,jika terjadi pelanggaran menimbulkan rasa berdosa.

h.Kemampuan Menghayati Kebahagian

Kebahagiaan sering disebut dengan istilah senang, gembira, bahagia, dan lain-lain.Pada saat orang menghayati kebahagiaan,aspek rasa lebih berperan dari pada aspek nalar.Oleh karena itu dikatakan bahwa kebahgiaan itu sifatnya irasional .Padahan kebahagiaan yang tampaknya didominasi oleh perasaan itu ternyata tidak demikian , karena aspek –aspek kepribadian yang lain seperti akal pikiran juga ikut berperan.

Jadi dapat disiimpulkan bahwa kebahagiaan itu rupanya itu terletak pada keadaannya sendiri secara faktual ( lulus sarjana ,mendapat pekerjaan dan seterusnya ) ataupun pada rangkaian prosesnya,maupun pada perasaan yang diakibatkan tetapi terletak pada kesanggupan menghayati semuanya itu dengan keheningan jiwa dan yang mendukung hal-hal tersebut yaitu usaha,norma-norma,dan takdir.

B. Dimensi-Dimensi Hakikat Manusia serta Potensi,Keunikan ,dan Dinamikanya

Ada empat dimensi yang akan dibahas yaitu:

1.Dimensi Keinvidualan

Lysen mengartiakan individu sebagai “orang seorang ,sesuatu yang merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi (in devide). Tidak ada individu yang identik di muka bumi .Demikian kata M.J Langeveld yang mengatakan bahwa seseorang memiliki individualitas .Karena individualitas itu setiap orang memiliki kehendak , perasaan ,cita-cita,kecenderungan ,semangat, dan daya tahan yang berbeda.Pendeknya.

2. Dimensi kesosialan

Setiap bayi yang lahir dikaruniai potensi sosialitas. Demikian kata M.J Langeveld (M.J Langeveld, 1995: 54). Pernyataan tersebut diartikan bahwa setiap anak dikaruniai benih kemungkinan untuk bergaul. Artinya setiap orang dapat saling berkomunikasi yang pada hakikatnya di dalamnya terkandung unsure saling member dan menerima .

3.Dimensi kesusilaan

Kesusilaan diartikan mencakup etika dan etiket. Persoalan kesusilaan selalu berhubungan erat dengan nilai-nilai. Pada hakikatnya manusia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan susila, serta melaksanakannya sehingga dikatakan manusia itu adalah makhluk susila. Drijarkra mengartikan manusia susila ebagai manusia yang memiliki nilai-nilai, menghayati,dan melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam perbuatan.

Impliksi pedagogisnya adalah bahwa pendidikan kesusilaan berarti menanamkan kesadaran dan kesediaan melakukan kewajiban di samping mnerima hak pada pserta didik.

4.Dimensi keberagamaan

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk religius. Sejak dahulu kala, sebelum manusia mengenal agama mereka telah percaya bahwa di luar alam yang dapat dijangkau dengan perantara alat indranya, diyakini akan adanya kekuatan supranatural yang menguasai hidup alam semesta ini. Kemudian setelah ada agama maka manusia mulai menganutnya. Beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga memerlukan tempat bertopang. Manusia memerlukan agama demi keselamatan hidupnya.

C.Pengembangan Dimensi Hakikat manusia

Meskipun pendidikan itu pada dasarnya baik tetapi dalam pelaksanaannya mungkin saja bisa terjadi kesalahan-kesalahan yang lazimnya di sebut salah didik.

Sehubungan dengan itu ada dua kemungkinan yang bisa terjadi,yaitu

1.Pengembangan yang utuh

Tingkat keutuhan perkembangan dimensi hakikat manusia ditentukan oleh dua factor, yaitu kualitas dimensi hakikat manusia itu sendiri secara potensial dan kualitas pendidikan yang disediakan untuk memberikan pelayanan atas perkembangannya. Selanjutannya pengembangan yang utuh dapat dilihat dari berbagai segi yaitu: wujud dimensi dan arahnya.

a.Dari wujud dimensinya

keutuhan terjadi antara aspek jasmani dan rohani, antara dimensi keindividualan, kesosialan, kesusilaan dan keberagamaan dikatakan utuh jika semua dimensi tersebut mendapat layanan yang baik, tidak terjadi pengabaian terhadap salah satunya. Pengembangan domain kognitif, afektif,dan psikomotor dikatakan utuh jika ketiga-tiganya mendapat pelayanan yang berimbang.

b.Dari arah pengembangannya

keutuhan pengembangan dimensi hakikat manusia dapat diarahkan kepada pengembangan dimensi keindividualan, kesosialan, kesusilaan, dan keberagamaan secara terpadu. Keempat dimensi tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

2.pengembangan yang tidak utuh

Pengembangan yang tidak utuh terhadap dimensi hakikat manusia akan terjadi didalam proses pengembangan jika ada unsur dimensi hakikat manusia yang terabaikan untuk ditangani. Pengembangan yang tidak utuh berakibat terbentuknya kepribadian yang pincang dan tidak mantap.

D.Sosok Manusia Indonesia Seutuhnya

Sosok manusia Indonesia seutuhnya telah dirumuskan di dalam GBHN mengenai arah pembangunan jangka panjang. Dinyatakan bahwa pembangunan nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini berarti bahwa pembangunan itu tidak hanya mengejar kemajuan lahiriah atau kepuasan batiniah, melainkan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara keduanya sekaligus batiniah.

BAB. III

KESIMPULAN

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sifat hakikat manusia dan segenap dimensinya hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan. Ciri-ciri yang khas tersebut membedakan secara prinsipiil dunia hewan dari dunia manusia.

Ada nya sifat hakikat tersebut memberikan tempat kedudukan pada manusia sedemikian rupa sehingga drajatnya lebih tinggi dari pada hewan dan sekaligus menguasai hewan.

Salah satu sifat hakikat yang istimewa ialah adanya kemampuan menghayati kebahagiaan pada manusia.

Semua sifat hakikat manusia dapat dan harus ditumbuhkembangkan melalui pendidikan. Berkat pendidikan maka sifat hakikat manusia dapat ditumbuhkembangkan secara selaras dan berimbang sehingga menjadi manusia yang utuh.

DAFTAR ISI

Kata pengantar………………………………………………………………………………………. i

Daftar isi……………………………………………………………………………………………... ii

Bab I : Pedahuluan……………………………………………………………………………… 1

1.1. Latar belakang………………………………………………………………………………………………. 1

1.2. Batasan masalah……………………………………………………………………………………………. 1

1.3. Rumusan masalah…………………………………………………………………………………………. 1

1.4. Tujuan…………………………………………………………………………………………………………... 2

1.5. Manfaat ………………………………………………………………………………………………………... 2

Bab II : Pembahasan…………………………………………………………………………… 3

2.1. Sifat hakikat manusia…………………………………………………………………………………….. 3

2.2. Dimensi-dimensi hakikat manusia ………………………………………………………………… 6

2.3. Pengembangan dimensi hakikat manusia………………………………………………………. 8

2.4. Sosok manusia Indonesia seutuhnya…………………………………………………………….. 9

Bab III: Kesimpulan……………………………………………………………………………10

Lampiran…………………………………………………………………………………………. 11

Daftar pustaka………………………………………………………………………………….. 21

DAFTAR PUSTAKA

Tirtarahardja, Umar dan S. L. La Susilo1995. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.

www.Geogle.com

KATA PENGANTAR

Alhamdulilah puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini .Makalah ini merupakan tugas diskusi kelompok pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran .

Dalam menyeleaikan makalah ini banyak mengalami hambatan dan kesulitan ,namun berkat ketekunan dan kerja keras akhirnya makalah ini dapat diselesaikan .Selama proses penyusunan makalah ini banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak untuk itu penulis mengucapakan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Penulis menyadari akan keterbatasan kemampuan sehingga makalah ini masih jauh dari sempurna .Oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini .

Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas budi baik bapak-bapak atau ibu-ibu ,dan saudara-saudara dengan limpahan rahmatnya .

Bengkulu,Oktober 2009

Penulis

BAB. I

PENDAHULUAN

I.I LATAR BELAKANG

Materi ini perlu dibahas di dalam mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran. Dan materi ini merupakan tugas mata kuliah belajar dan pembelajaran. Karena setiap kali individu yang belajar pasti melibatkan pikirannya, dan di dalam pikiran tersebut terdapat intelegensi atau kecerdasan. Materi ini berguna untuk menambah wawasan Anda dalam mengembangkan program pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

I.2 BATASAN MASALAH

Membahas pengertian dan karakteristik multiple intelegensi, membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan multiple intelegensi, dan membahas tentang program pembelajaran yang mengakomodasi perkembangan multiple intelegensi.

I.3 RUMUSAN MASALAH

· Apa itu pengertian multiple intelegensi ?

· Apa saja karakteristi intelegensi /kecerdasan itu ?

· Bagaimana dampaknya intelegensi /kecerdasan terhadap aktivitas belajar peserta didik ?

I.4 Tujuan

· Menjelaskan pengertian multiple intelegensi/kecerdasan ganda

· Menyebutkan tokoh penemu multiple intelegensi

· Menjelaskan delapan karakteristik intelegensi

· Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan multiple intelegensi

· Menjelaskan cara penerapan teori-teori multiple intelegensi dalam menyusun rancangan pembelajaran dalam rangka meningkatkan berbagai intelegensi/kecerdasan siswa melalui kegiatan pembelajaran

· Mengoperasikan cara-cara meningkatkan intelegensi/kecerdasan dalam kegiatan pembelajaran.

BAB. II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Multipel Intelegensi/Kecerdasan Ganda

Multipel intelegensi adalah kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang efektif atau bernilai dalam satu latar belakang budaya tertentu. Proses berpikir, menurut Ornstein, adalah menyajikan dan menangkap kombinasi informasi yang kompleks antara kata-kata, gambar, warna, suara, dan lain-lain mendekati operasi alamiah dan berpikir.Menurut Gardner intelegensi seseorang terdiri dari Intelegensi berbahasa atau linguistik,logis matimatis,logis visual spasial ,logis Kinestetik ,logis interpersonal, logis intrapersonal ,logis musical dan logis naturalis.

B . Karakteristik Intelegensi/Kecerdasan

Ada delapan karakteristk intelegensi/kecerdasan yang dikemukakan oleh Howard Gardner, antara lain :

1. Intelegensi Berbahasa (Linguistik)

Intelegensi berbahasa mencakup kemampuan-kemampuan berpikir dengan kata-kata, seperti kemampuan untuk memahami dan merangkai kata dan kalimat baik lisan maupun tulisan. Berikut ini karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi berbahasa.

· Senang membaca buku atau apa saja, bercerita atau mendongeng.

· Senang berkomunikasi, berbicara, berdialog, berdiskusi, dan senang berbahasa asing.

· Pandai menghubungkan atau merangkai kata-kata atau kalimat baik lisan maupun tulisan.

· Pandai mengingat dan mengapal

· Mudah mengungkapkan perasaan baik lisan maupun tulisan

· Humoris

2. Intelegensi Logis- Matimatis

Intelegensi logis – matimatis adalah kemampuan berfikir dalam penalaran atau menghitung ,seperti kemampuan menelaah masalah secara logis , ilmiah dan matimatis. Berikut ini karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan intelegensi logis- matimatis.

§ Senang bereksperimen ,bertanya ,menyusun ,atau merangkai teka- teki.

§ Senang dan pandai berhitung dan bermain angka.

§ Senang mengorganisasikan sesuatu , menyusun skenario

§ Mampu berpikir logis , baik deduktif maupun induktif.

§ Senang silogisme

§ Senang berfikir abstrak dan simbolis .

§ Mengkoleksi benda-benda dan mencatat koleksinya.

3. Intelegensi Visual Spasial

Intelegensi visual spasial yaitu kemampuan berfikir dalam citra dan gambar Seperti kemampuan untuk membayangkan bentuk suatu objek . Berikut ini karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi visual spasial .

Ø Senang merancang sketsa ,gambar ,desain grafik , table .

Ø Peka terhadap citra , warna , dan sebagainya

Ø Pandai memvisualkan ide

Ø Imajnasinya aktif

Ø Mudah menemukan jalan dalam ruang

Ø Mempunyai persepsi yang tepat dari berbagai sudut .

Ø Senang membuat rumah-rumahan dari balok .

Ø Mengenal relasi beda- benda dalam ruang .

4. Intelegensi Musikal

Intelegensi Musikal adalah kemampuan berfikir dengan nada , ritme , irama ,dan melodi pada suara alam .Berikut karakteristik yang menunjukan kemampuan dalam intelegensi dalam musikal.

ü Pandai mengubah dan menciptakan musik.

ü Gemar mendengar dan menciptakan alat musik.

ü Senang dan pandai bernyan yi , bersenandung.

ü Pandai mengoprasikan music serta menjaga ritme

ü Mudah menangkap musik

ü Peka terhadap suara dan musik.

ü Dapat membedakan bunyi berbagai alat musik.

ü Bergerak sesuai irama , seperti megetuk jari sesuai irama

5. Intelegensi Kinestetik Tubuh

Intelegensi kinestetik tubuh ,yaitu kemampuan yang berhubungan dengan gerakan tubuh termasuk gerakan motorik otak yang mengendalikan tubuh seperti kemampuan untuk mengendalikan dan menggunakan badan dengan mudah dan cekatan . Berikut karakteristik yang menunjukan kemampuan dalam intelegensi kinestetis.

o Senang menari ,akting.

o Pandai dan aktif dalam olahraga tertentu.

o Mudah berekspresi dengan tubuh.

o Mampu memainkan mimik.

o Cenderung mengguankan bahasa tubuh .

o Koordinasi dan fleksibilitas tubuh tinggi.

o Senang dan efektif berfikir sambil berjalan , berlari , dan berolah raga.

o Pandai merakit sesuatu menjadi produk .

o Senang bergerak atau tidak bisa diam dala waktu lama.

o Senang kegiatan diluar rumah

6. Intelegensi Intapersonal

Intelegensi intrapersonal adalah kemampuan berfikir untuk memehami diri sendiri , melakukan refleksi diri dan bermetakognisi .Intelensi ini menjadiakn anak memiliki kemampauan menggunakan kehidupan emosional untuk memehai diriya sendiri .anak dengan kecerdasan ini suka mencatat apapun yang dipikirkan dan dirasakan , mampu menentukan dan memutuskan sendiri langkah yang akan dipilih menyadari kelebiahan dan kekurangan nya. Berikut karakteristik yang menunjukan kemampuan dalam intelegensi intrapersonal.

v Mampu menilai diri sendiri /instropeksi diri.

v Mudah mengelola dan menguasai perasaan

v Sering mengamati dan mendengarkan

v Bisa bekerja sendiri dengan baik .

v Mampu mencanangkan tujuan , menyusun cita-cita dan rencana hidup yang jelas

v Berjiwa bebas

v Mudah berkonsentrasi

v Keseimbangan diri

v Senang mengekspresikan perasaan yang berbeda

v Sadar akan realitas spiritual

7. Intelegensi Interpersonal

Intelegensi interpersonal adalah kemampuan berkomunikai dn berinteraksi dengan orang lain . A nak dengan kecerdasan ini biasanya dengan memili banyak teman ,menyukai permainan yang banyak teman , cenderung jadi penengah diantara teman-temanya . Berikut karakteristik yang menunjukan kemampuan dalam intelegensi interpersonal.

* Mampu berorganisasi ,menjadi pemimpin dalam suatu organisasi.

* Mampu bersosialisasi , menjadi mediator ,bermain dala kelompok ,bekerjasama dalam tim.

* Senang permainan kelompok daripada individu.

* Biasanya menjadi teman pengadu orang lain .

* Senang berkomunikasi verbal dan non –verbal.

* Peka terhadap teman

* Mudah mengenal dan membedakan perasaan dan pribadi orang lain .

8. Intelegensi Naturalis

Intelegensi naturalis adalah Kemampuan untuk memehami gejala alam .Anak yang memilliki kecerdasan seperti ini mampu mengenali dan mengelompokkan sejumlah binatang dan tanaman , biasanya berada iluara ruangan ,suka mengumpulkan batu-batuan dan menangkap serangga , dan senang merawat tanaman. Berikut karakteristik yang menunjukan kemampuan dalam intelegensi naturalis .

- Senang terhadap Flora dan fauna ,bertani , berkebun ,memelihara binatang , berinteraksi dengan binatang , berburu .

- Pandai melihat perubahan alam , meramal cuaca, meneliti tanaman

- Senang kegiatan di alam terbuka .

A. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Multipel Intelegensi

Tujuan belajar adalah untuk memperluas dan mengembangkan intelegensi / kecerdasan anak didik. Jadi , tugas pendidik adalah bagaiaman menciptakan sussana belajar yang dapat mengoptimalkan intelegensi anak didik . Cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang mengembangkan semua intelegensi diantaranya :

· Mengaktifkan seluruh intelegensi indra anak didik

· Melatih intelegensi / kecerdasan secara berimbang

· Melatih silang intelegensi yang berbeda

A. Bagaimana Cara Mengaktifkan Seluruh Indra Anak Didik ?

Ada 3 cara mengaktifkan intelegensi seluruh indra anak didik yaitu :

a. Melatih cara mendengar yang efektif

Telinga bagi manusia merupakan intrumen yang luar biasa .Melalui telinga otak menerima bunyi dan membuat duplikat bunyi tersebut dan mengulang seluruh bunyi tersebut seperti suatu simponi.

b. Melatih mata untuk membaca cepat dan efektMata sangat erat kaitannya dengan kemampuan membaca .Kecepatan membaca orang normal rata-rata 300 kata per menit dengan kemampuan mengingat 40-70 % dari seluruh bacaan .

c.Melatih keterampilan menulis atau membuat catatan yang cepat dan tepat

Mengenai keterampilan dan membuat catatan yang cepat dan tepat ini , penelitian menunjukan hasil sebagai berikut.

a. Ada siswa yang tidak mencatatat sama sekali

b. Ada siswa yang tidak diberikan catatan lengkap yang

dibuat oleh guru.

c. Ada siswa yang membuat catatan lengkap sendiri .

d. Ada siswa yang diberikan catatan berupa rangkuman oleh guru.

e. Ada siswa yang membuat catatan berupa rangkuman sendiri .

f. Ada siswa yang diberikan berupa kata- kata kunci dari guru .

g. Ada siswa yang membuat catatan berupa kata – kata kunci

B. Bagaimana Melatih Intelegensi /Kecerdasan Yang Berimbang ?

Untuk melatih intelegensi /kecerdasan yang berimbang langkah- langkah yang di gunakan adalah :

1. Mengidentifikasi intelegensi primer setiap anak didik

Untuk menjajaki intelegensi primer anak dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya dengan observasi perilaku siswa baik didalam kelas atau diluar kelas.

2. Menyusun rencana pembelajaran / satuan pelajaran /silabus yang dapat mengembangkan intelegensi , seperti:

Ø Mengorganisasikan isi materi pelajaran sedemikian rupa sehingga berbaenjadi menarik

Ø Memilih strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan seluruh potensi intelegensi

Ø Merancang dan membuat tugas atau penilaia yang dapat menggali potensi intelegensi.

3. Melaksanakan pembelajaran yang dapat mengembangkan seluruh intelegensi anak didik .

Kegiatan yang dilakukan guru melalui cara ini adalah :

Ø Menerapkan rencana pelajaran yang telah dirancang untuk mengembangkan beberapa intelegensi .

Ø Menerapkan beberapa keterampilan dasar mengajar yang dapat mengembangkan berbagai intelegensi anak didi secara terpisah ?

C. Bagaimana Melatih Silang Intelegensi /Kecerdasan Yang Berbeda ?

Yang dimksud dengan “silang” disini adalah setiap intelegensi anak didik tidak dikembangkan secara bersama , tetapi dikembangkan satu persatu secara terpisah .Tujuannya adalah agar anak didik dapat mengasah setiap bagian intelegensinya selam waktu tertentu .

Contoh : Pelajarn utama adalah komet jadi guru memberikan pengajaran singkat dengan gambar –gambar dan diagram yang menggambarkan komet dalam bentuk ,ukuran , susunan dan orbit mereka .

D. Program Pembelajaran Yang Mengakomodasikan Perkembangan Multipel Intelegensi

Guru harus membiasakan diri mengembangkan program pembelajaran yang berorentasi pada siswa bukan pada materi atau dirinya sendiri. Tujuannya adalah untuk m emudahkan guru dalam menentukan strategi pembelajaran yang tepat yang dapat mengembangkan intelegensi secara maksimal .Adapun langkah –langkah yang dapat digunakan dalam menerapkan strategi pembelajaran multiple intelegensi adalah

1. Memberdayakan semua intelegensi yang dimiliki setiap siswa

Memberdayakan semua intelegensi pada setiap mata pelajaran adalah ibarat mengimput melalui jalur ke dalam otak memori manusia

2. Mengoptimalkan pencapaian mata pelajaran tertentu berdasarkan intelegensi yang menonjol pada setiap siswa .

Untuk membantu guru dalam mengembangkan program pembelajaran yang berbasis multiple intelegensi di gunakan bahan pertimbangan dalam mengembangkan strategi pembelajaran seperti :

Intelegensi bahasa

Intelegensi logis-matematis

Menggunakan cara untuk menceritakan kisah

Menceritakan masalah –masalah

Memimpin sebuah debat dalam

Menerjemakan ke dalam rumus matematika

Memimpin sebuah diskusi kelas

Merencanakan dan memimpin suatu esperimen

Menceritakan atau menghubungkan sebuah cerita pendek dengan

Menggunakanketerampilan berpikir untuk

Menulis sebuah surat

Memilih dan menggunakan teknologi

Intelegensi kinestetis

Intelegensi visual -spasial

Bermain peran untuk meniru

Grafik peta atau kelompok

Menciptakan suatu gerakan

Mengembangkan gambar bersifat arsitektur

Membuat permainan atau teka-teki kartu

Menciptakan karya seni

Membuat sutu maodel

Membuat satu permainan kartu

Intelegensi Musik

Intelegensi Interpersonal

Menulis lirik lagu

Memimpin suatu rapat

Menyanyikan sebuah lirik atau lagu

Mengajarkan orang lain tentang

Menunjukan pola-pola irama

Membantu memecahan masalah umum atau lokal

Intelgensi Intra Personal

Intelegensi Natural

Menciptakan analogi personal

Melihat phenomena alam

DAFTAR ISI

Kata pengantar………………………………………………………………………………………. i

Daftar isi……………………………………………………………………………………………... ii

Bab I : Pedahuluan……………………………………………………………………………… 1

1.6. Latar belakang………………………………………………………………………………………………. 1

1.7. Batasan masalah……………………………………………………………………………………………. 1

1.8. Rumusan masalah…………………………………………………………………………………………. 1

1.9. Tujuan…………………………………………………………………………………………………………... 2

1.10. Manfaat ………………………………………………………………………………………………………... 2

Bab II : Pembahasan…………………………………………………………………………… 3

2.5. Pengertian Intelegensi…………………………………………………………………………………….3

2.6. Karakteristik Intelegensi……………..………………………………………………………………… 6

2.7. Karakteristik Intelegensi………………………………………………………………………………. 8

2.8. Cara Mengembangkan Intelegensi………………………………………………………………….. 9

Bab III: Kesimpulan……………………………………………………………………………10

Lampiran…………………………………………………………………………………………. 11

Daftar pustaka………………………………………………………………………………….. 21

BAB III

KESIMPULAN

Intelegensi adalah sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Intelegensi dapat di tingkatkan dengan cara belajar yang mengembangkan kemampuan secara penuh.faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelegensi adalah faktor internal dan eksternal faktor internal adalah faktor individu siswa itu sendiri.Faktor eksternal adalah program-program yang di rancang oleh guru,jadi kita harus mengembangkan intelegensi anak dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi.

Multipel Intelegensi

Istilah multiple intelegensi atau multiple intelligences sering juga disebut kecerdasan majemuk atau ganda . Dikatakan ganda karena setiap individu belajar pasti melibatkan pikiran dan kecerdasan .

A. Karakteristik Multiple Intelegensi

Menurut Gardner intelegensi seseorang meliputi :

1.Intelegensi Linguistik ( Berbahasa )

Intelgensi berbahasa meliputi kemampuan berfikir dengan kata- kata ,seperti kemampuan memahami dan merangkai kata-kata dan kalimat baik lisan maupun tulisan .

2.Intelegensi Logis –Matimatis

Intelegensi logis matimatis adalah kemampuan berfikir dalam penalaran atau menghitung , seperti kemampuan menelaah masalah secara logis , ilmiah ,dan matimatis.

3.InteVisual Spasial

Intelegensi visual spasial yaitu kemampuan berfikir dalam citra dan gambar Seperti kemampuan untuk membayangkan bentuk suatu objek.

4.Intelegensi Musikal

Intelegensi Musikal adalah kemampuan berfikir dengan nada , ritme , irama ,dan melodi pada suara alam.

5.Intelegensi Kinestetis Tubuh

Intelegensi kinestetik tubuh ,yaitu kemampuan yang berhubungan dengan gerakan tubuh

6. Intelegensi Intrapersonal

Intelegensi intrapersonal adalah kemampuan berfikir untuk memehami diri sendiri , melakukan refleksi diri.

7.Intelegensi Interpersonal

Intelegensi interpersonal adalah kemampuan berkomunikai dan berinteraksi dengan orang lain .

8.Intelegensi Naturalis

Intelegensi naturalis adalah Kemampuan untuk memehami gejala alam .

B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Multiple Intelegensi

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelegensi adalah faktor internal dan eksternal faktor internal adalah faktor individu siswa itu sendiri.Faktor eksternal adalah program-program yang di rancang oleh guru,jadi kita harus mengembangkan intelegensi anak dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi.

0 komentar: