TUGAS STRATEGI PEMBELAJARAN

PENGELOLAAN PEMBELAJARAH JARAK JAUH

DISUSUN OLEH

1.DHITA MAYA SARI

2.GITA MEYLINDA SARI

3. NENCY NOVITA SARI

5.PRAYUNINGTYAS AW

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BENGKULU TAHUN

2010

PENGELOLAAN PEMBELAJARAH JARAK JAUH

A. Konsep dan Penyelenggaraan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh

1. Pengertian dan Karakteristik Pembelajaran Jarak Jauh

Menurut Dohmen (1967) mengemukakan bahwa pembelajaran jarak jauh adalah suatu bentuk pembembelajaran mandiri yang terorganisasi secra sistematis yang dilakukan oleh sekelompok tenaga pengajar yang memiliki tanggung jawab yang berbeda.Tanggun jawab pengajar-pengajar tersebut meliputi kegiatan konseling,penyajian materi ,pembelajaran,supervise dan pemantauab terhadap keberhasillan siswa.

Sedangkan Peters (1973) mengatakan bahwa pendidikan jarak jauh adalah metode penyampaian pengetahuan ,keterampilan dan sikap melalui penggunaan media yang menerapkan sistem indusrialilasi dalam pembelajaran.

Berdasarkan analisis terhadap sejumlah definisi dan implementasi sistem pendidikan,Keegan (1980) mengemukakan karakteristik system pendidikan jarak jauh sebagai berikut :

1. Keterpisahan antara pengajar dan peserta didik

2. Adanya pengaruh dari organisasi pendidikan yang membedakannya dengan belajar sendiri.

3. Pengunaan beragam media –terutama media cetak, untuk menyampaikan material ajar.

4. Penyediaan komunikasi dua arah sehingga siawa dapat menarik manfaat dari fasilitas-fasilita tersebut dan bahkan dapat berinisiaif untuk melakukan dialog.

5. Kemungkinan adanya pertemuan untuk keperluan pembelajaran atau sosialisasi

6. Penerapan system industrialisasi

1. Keterpisahan antara pengajar dan peserta didik

Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Moore (1993) mengenai keterpisahan antara pengajar dan peserta didik hanya dilihat dari dimensi jarak geografis ,tetapi juga meliputi jarak psikologis yang muncul sebagai akibat keterpisahan antara pengajar dan peserta didik.

2. Peranan Organisasi Pendidikan

Pembelajaran jauh kerap kali dirancukan dengan istilah belajar sendiri.Namun,Konsep belajar sendiri sering dirancukan sebagai belajar sendiri di rumah.Belajar sendiri dengan pembelajaran jarak jauh memiliki pengertian yang berbeda.Siapapun dengan keinginan yang muncul dari dirinya dapat belajar sendiri, belajar dari lingkugan ,pengalaman ,televise ,radio,surat kabar,dan sumber-sumber lain yang memungkinkan kita mempelajari sesuatu,tanpa disertai tujuan yang khusus .

Pada pembelajara jarak jauh ,siswa memperoleh bahan ajar yang telah disiapkan dan didesain khusus oleh instirusinya dan memiliki tujuan pembelajaran yang terkait pada kurikulum tertentu.Disinilah letak perbedaan belajar sendiri dengan system belajar jarak jauh .Peranan institusi penyelelenggara pembelajaran jarak jauh adalah untuk menggorganisasikan proses belajar siswa

3. Penggunaan Media dan Teknologi

Pada dasarnya penggunakan media dalam sebuah institu penyelenggara system pembelajaran jarak jauh harus mempertimbangkan aksebilitas siswa untuk menggunakannya.Penggunaan media yang trend dan canggih tidak akan bermanfaat sama sekali apabila siswa tidak memiliki akses untuk memanfaatkan media tersebut.

4. Komunikasi dua arah

Jarak yang memisahkan pengajar dengan siswa dalam sistem pembelajaran jarak jauh dapat diatasi dengan komunikasi dua arah.Sarana untuk menyediakan komunikasi dua arah dalam system pembelajaran jarak jauh merupakan hal yang tidak murah , misalnya telepon ,teleconferencing (audi,video,atau computer) .Pengadaan akomunikasi dua arah ini hanya dimungkinkan oleh institusi pendidikan jarak jauh yang cukup bermodal dari sis pegelola maupun sisi pengguna (siswa).

5. Penyediaan akses terhadap pertemuan tatap muka

Pertemuan tatap muka ini dapat dilakukan melalau bebarapa cara antara lain tutorial,kegiatan orientasi, dan kegiatan sosialisasi.Implimentasi dar kegiatan ini tergantung pada adanya tutor dan kedaan geografis.

6. Industrialilasi Pendidikan

Peters(1973) mengemukakan bahwa penyiapan bahan materi (pengetahuann,keterampilan dan sikap ),pemanfaatan media dan teknologi ,penggandaan bahan ajar serta distribusinya kepada siswa ,dilakukan secara terorganisasi dengan pembagian tugas yang jelas dan spesifik antara divisi-divisi yang terdapat di lingkungan institusi.

B. Lingkup Pembaelajaran jarak jauh

Sistem pembelajaran jarak jauh secara mendasar dapat ditinjau dari berbagai hal yaitu :

a. Penyelenggaraan

b. Sasaran

c. Bentuk/model

d. komponen

a. Penyelenggaraan

Sistem pembelajaran jarak jauh dapat diselenggarakan baik oleh swasta maupun pemerintah.Pembelajaran jarak jauh yang bersifat pelatihan singkat untuk keterampilan atau pengetahuan tertentu dengan kebutuhan masyarakat ,juga banyak diselenggarakan oleh institusi pemerintah maupun swasta.contoh lembaga pemerintah yang menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh yaitu UT dan SMP terbuka kemudian instansi swasta yang menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh seperti LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) dan IBI.

b. Sasaran

Sasaran peserta system pembelajaran jarak jauh dapat dilihat dari beberapa faktor yaitu,jalur ,jenjang ,dan usia.Jalur pembelajaran dapat berupa jalur sekolah atau jalur luar sekolah . Jalur sekolah artinya pendidikan yang ditempuh mengikuti struktur kurikulum yang baku dan berlaku. Sedangkan jalur luar sekolah adalah pendidikan yang bersifat pelatihan pendek yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Sistem pembelajaran jarak jauh dapat menjangkau jenjang pendidikan SD,SMA,sekolah tinggi atau perguruan tinggi.Demikian pula usia dalam system jarak jauh tidak di batasi.

c. Model Sistem Pembelajaran Jarak Jauh

Pada dasarnya terdapat 3 model penyelenggaraan system pembelajaran jarak jauh yang sering dikenal dengan yaitu : single mode, dual mode, dan konsorium.

1. Model Tunggal (single mode)

Model single mode adalah institusi yang secara khusus memberikan pelayanan kepada siswa secara jarak jauh .Pada umumnya ,institusi yang menerapkan single mode ini memiliki struktur organisasi yang lengkap , mulai dari pengembangan bahan ajar, proses belajar, distribusi bahan ajar dan evaluasi hasil belajar ,serta dilengkap dengan unit pendukung lainnya yang dirancang untuk memberikan layanan pendidikan jarak jauh .contohnya CNED

2. Dua Mode

Institusi yang menerapkan mode dual mode adalah institusi yang menyelenggarakan pendidikan dalam dua cara dan tatap muka. Penerapan mode dual mode ini apabila ditinjau dari faktor ketersediaan tenaga pengajar cukup menguntungkan.

Tenaga pengajar yang telah dimiliki oleh institusi untuk mengajar secara tatap muka , dapat direkrut dan berperan sebagai penyiapan bahan ajar ,proses pembelajaran (proses bantuan tutor ,konseling ) serta pelaksanaan evaluasi.

3. Model Konsorsium

Model konsorsium dalam penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh adalah penyelenggraan pembelajaran jarak jauh yang didasari atas kolaborasi beberapa institusi. Kolaborasi melibatkan institusi dengan berbagai bidang keahlian seperti perancangan program, pengembangan bahan ajar, proses pembelajaran ,distribusi bahan ajar ,dan evaluasi hasil belajar .Dengan adanya kolaborasi ini maka tidak diperlukan pengadaan fasilitas atau keahlian sumber daya manusia dalam berbagai bidang oleh institusi.

d. Komponen system pembelajaran jarak jauh

Kaye dan Rumble (1981) merumuskan siatem organisasi pada system pembelajaran jarak jauh yang dibedakan dalam empat subsystem yaitu:mata pelajaran ,siswa,logistic, pengambilan kebutuhan .

1. Mata Kuliah /mata pelajaran .Subsistem ini terdiri dari beberapa komponen kegiatan yang harus dilakukan yaitu:

· Pengembangan mata kuliah/mata pelajaran

· Produksi mata kuliah/mata pelajaran

· Distribusi mata kuliah / mata pelajaran ,yang terdiri dari bahan ajar dan kegiatan belajar.

2. Siswa. Subsistem ini terdiri beberapa komponen yaitu:

· Penerimaan siswa

· Pengambilan mata kuliah /mata pelajaran

· Penetapan tutor dan konselor untuk siswa

· Proses belajar siswa

· Penilaian hasil belajar siswa

· Pemberian sertifikat

3. Logistic .Subsistem ini pada dasarnya berhubungan dengan pendukung kegiatan yang terdiri dari beberapa komponen yaitu:

· Staf

· Keuangan

· Perlengkapan (sarana/prasarana)

· Informasi

4. Pengambilan keputusan dan control

Subsistem ini merupakan tahap pengambilan keputusan dan control mengenai seluruh penyelenggaraan system pembelajaran baik yang berkaiatan dengan kegiatan yang bersifat akademik maupun administrasi.

Berdasarkan dua pendekatan system pembelajaran jarak jauh yang dikemukakan oleh Kaye dan Rumble (1981) dan Tian Belawi (2000), komponen kegiatan utama dalam system pembelajaran jarak jauh terdiri dari :program , bahan ajar, layanan belajar, evaluasi hasil belajar.

B.Pengelolaan Pembelajaran Jarak Jauh

Ada telah mengenal komponen-komponen penting dalam system pembelajaran jarak jauh kuruyaitu:

· Program

· Bahan ajar

· Layanan

· Evaluasi Hasil Belajar

§ Program

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penawaran program dalam system pembelajaran jarak jauh adalah sebagai berikut

1. Studi kelayakan perlu dialkukan untuk melihat kemungkinan diselenggarakan suatu program dengan melihat beberapa hal yaitu kebutuhan masyarakat akan program (kualifikasi yang dibutuhkan ,keberlanjutan ); ketersediaan sumber daya ( tenaga pengembang bahan ajar ,tenaga adminstrasi, dan penunjang sarana dan prasarana );pendanaan (dana investasi, dana oprasional dan pemeliharaan , penerimaan internal).

2. Kurikulum

Kurikulum harus dapat menggambarkan bentuk program yang akan ditawarkan yang antara lain meliputi aspek tujuan program ,profil llulusan ,keunggulan program . Kurikulum tersebut merupakan dasar pengembangan garis proram pengajaran (GBPP).

§ Bahan Ajar

a. Pengembangan bahan ajar

Dalam system pembelajaran jarak jauh , paket bahan ajar merupakan komponen yang sangat penting ,karena merupakan sumber belajar utama bagi peserta didik . Rowntree (1994) mengelompokkan media cetak yang dapat dimanfaatkan dalam system pembelajaran jarak jauh menjadi empat katagori yaitu media cetak ,media audio –visual, media praktikum dan meida interakif.

Tabel pengelompokan Media menurut Rowntree

Cetak

Audio-visual

praktikum

interaktif

· Buku yang sudah diterbitkan

· Kaset audio

· Praktikum Kit

· Jarak jauh

· Buku yang dirancang khusus

· Audio disc

· Praktikum Lapangan

· Jarak dekat

· Buku kerja

· Siaran radio

· Pedoman belajar

· Slide /film strip

· Poster,pamlet,peta

· Kaset vidio

Beberapa alternative pengembanagn bahan ajar dalam system pembelajaran jarak jauh Rowntree (1994 ) yaitu :

1. Menggunakan paket bahan ajar yang telah dikembangkan oleh institusi jarak jauh lain

2. Menggunakan bahan yang oleh intitusi ,pendidikan konvensional seperti buku teks,video,ataupun materi belajar yang dapat digunakan .

3. Pengembangan bahan ajar baru

Pengembangan bahan ajar dapat dilakukan minimal melalui dua pola pendekatan seperti yang dikemukakan oleh Moore & Kearsley (1996) yaitu pola penulis-editor dan couse team.

a. Pendekatan Penulis-editor

Pengembangan bahan ajar melibatkan dua orang yaitu penuli dan editor. Penulis diasumsikan berfungsi sebagai ahli materi keilmuan ,ahli desain instruksional,ahli media dan ahli evaluasi.sedangkan editor berfungsi rangkap sebagai couse manager, penelaah materi, penyuting format dan ketikan ,serta penyutingan bahasa.

b. Pendekatan Course

Tim pengembangan bahan ajar dengan pendekatan course tim ini melibatkan beberapa tenaga ahli yang terdiri dari :materi/penulis,ahli desain instruksional,ahli media, dan manager /penanggung jawab pengembangan bahan ajar /mata pelajaran.

§ Layanan Bantuan Belajar

Walaupun bahan ajar pada system pembelajaran jarak jauh telah dirancnag untuk dipelajari sendiri ,pada kenyataannya setiap peresta didik dalam proses belajarnya memerlukan bantuan ataupun dukungan dari orang atau pihak lain ,baik pada saat memulai kegiatan belajarnya ,pada saat proses belajar ,ataupun sesudah proses belajar berakhir.Secara institusi layanan bantuan belajar pada system pembelajaran jarak jauh yang dapat diberikan melalui berbagia cara antara lain :

o Tutorial

o Bimbingan dan konseling

o Fasilitas /pusat sumber belajar

Ø Tutorial

Layanan akademik dalam bentuk tutorial dapat dilakukan baik secara tatap muka maupun jarak jauh dengan menggunakan media.

1. Tutorial tatap muka pada dasarnya fungsi tutorial tatap muka adalah membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mempelajari bahan ajar (Rowntree,1994)

2. Tutorial jarak jauh.

Tutorial jarak jauh dapat dilkukan secara tertulis melalui surat lewat pos /elektronik( mailing mail/list ),melalui telepon /telekonferensi audio, telekoferensi video,tutorial radio atau televisi.

Ø Bimbingan dan konseling

Bimbingan dan konseling merupakan bantuan belajar yang mendukung dan memfasilitasi proses belajar peserta didik ,mulai dari registrasi awal sampai lulus.

Ø Fasilitas /pusat sumber belajar

Bantuan belajar juag harus meliputi perencanaan penyediaan sara akademik dalam pemanfaatan sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa seperti:

* Ruang tutorial

* Mini lap

* Perpustakaan mini

* Ruang komputer

* Akses internet

Bantuan belajar dalam bentuk fasilitas tersebut akan membantu proses belajar peserta didik ,sehingga mereka tahu kemana harus datang bila memerlukan bantuan dalam proses belajarnya.

§ Evaluasi Hasil Belajar

Jenis evaluasi belajar

Evaluasi hasil belajar dimaksudkan untuk menjamin mutu kelulusan dan mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang telah ditentukan dalam tujuan pendidikan .Jenis evaluasi hasil belajar yang dapat diterapkan dalam system pembelajaran jarak jauh dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu :

1. Tes Formatif

merupakan evaluasi hasil belajar yang terdapat dalam bahan ajar ,yang bertujuan untuk melihat sejauh mana peserta didik menguasai materi yang dipelajari dalambahan ajar.

2. Tes Mandiri(TM)

TM merupakan salah satu bentuk tes formatif secara mandiri.

0 komentar: