BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam pembelajaran di sekolah dasar, suatu system penilaian sangat di perlukan bagi seorang pendidik. Sistem penilaian ini diperlukan seorang guru atau pendidik untuk menilai timgkat keberhasilan belajar seorang siswa. Tanpa adanya penilaian terhadap hasil belajar seorang siswa, guru tidakl akan mengetahui perkembangan anak didiknya. Penilaian ini sudah di tentukan. Seorang guru hanya tinggal melaksanakan apa saja yang harus dinilai dalam suatu proses belajar mengajar. Penilaian itu dapat berupa ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

B. RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah,

1. Bagaimana ranah kognitif dalam pembelajaran?

2. Bagaimana ranah afektif dalam pembelajaran?

3. Bagaiman kah ranah psikomotorik dalam pembelajaran?

4. Bagaimanakah membuat prosedur kloz?

5. Bagaimanakah cara menilai kecepatan membaca?

6. Bagaimanakah cara menilai membaca bahasa?

7. Bagaimanakah cara menilai membaca pustaka?

8. Bagaimanakah cara skor mentah

C. TUJUAN

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini secara umum adalah untuk menyelesaikan tugas Pendidikan Bahasa Indonesia dan secara khusus yaitu,

1. Agar pembaca paham mengenai bagaimana ranah kognitif dalam pembelajaran

2. Agar pembaca paham mengenai bagaimana ranah afektif dalam pembelajaran

3. Paham mengenai bagaimana ranah psikomotorik dalam pembelajaran

4. Agar pembaca mengetahui cara membuat prosedur Kloz

5. Agar pembaca mengetahui bagaimana menilai kecepatan membaca

6. Agar pembaca mengetahui cara menilai membaca Bahasa

7. Agar pembaca mengetahui cara menilai membaca Pustaka

8. Agar pembaca mengetahui paham skor mentah

BAB II

PEMBAHASAN

PENILAIAN PENGAJARAN MEMBACA DI SEKOLAH DASAR

1. RANAH KOGNITIF

Ranah kognitif berhubungan dengan pengetahuan, kemampuan berfikir dan memecahkan masalah. Ranah ini terbagi dalam 6 aspek yaitu:

A. Pengetahuan

Dimaksudkan sebagai kemapuan mengingat materi yang telah dipelajari berupa fakta-fakta, teori dan prinsip-prinsip. Dalam aspek ini pernyataan yang dapat disusun adalah jelaskan, sebutkan, nyatakan, pilihlah dan sebagainya.

Dalam penilaian membaca, mengukur kemampuan siswa mengingat fakta-fakta yang ada dalam bacaan, menjeasskan kejadian dalam suatu cerrita, adalah mengukur kemampuan dalam aspek ini.

B. Pemahaman

Dimaksudkan sebagai kemampuan menangkap arti materi sauatu pelajaran. Siswa diharapkan mampu menjelaskan kembali yang telah dipelajarinya. Pertanyaan yang dapat diajukan: jelaskan kembali, ceritakan kembali dengan bahasamu sendiri bedakan, beri contoh, menyimpulkan tema bacaan, dan seterusnya.

C. Aplikasi

Aspek ini didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi pelajaran yang telah diterima pada situasi yang nyata. Selain tes, pengukuran pada aspek ini dapat pula dilakukan dengan pemberian tugas. Pertanyaan yang dapat disusun adalah hubungan, terapkan, buat sketsa.

D. Analisi

Kemampuan membagi materi menjadi bagian yang lebih sederhana adalah kemampuan dalam aspek ini. Siswa dapat membuat diagram kerangkan bacaan membandingkan watak-watak pelaku adlah sebagai contoh dalam kemampuan ini.

E. Sintesis

Kemampuan dalam bidang ini kebalikan dari aspek analisis. Bila kemampuan analisis dapat menguraikan materi menjadi bagian-bagian maka kemampuan sistesis justru menggabungkan bagian-bagian menjadi sesuatu yang baru. Contohnya: siswa dapat menyusun kerangk, membuat synopsis cerita, menyusun laporan bacaan dan sebagainya.

F. Evaluasi

Kemampuan evaluasi ialah kemampuan mengambil keputusan untuk memberikan penilaian terhadap suatu materi pelajaran. Misalnya dapat menilai kejanggalan suatu karangan, dapat menunjukkan bagian cerita yang paling jelas menunjukkan tema, atau dapat menilai kebenaran suatu ceriata.

2. RANAH AFEKTIF

Sikap,apresiatif, dan minat siswa terhadap materi pelajran adalah kemampuan yang berhubunagn dengan ranah ini. Dalam pengajaran membaca guru dapat mengukur kemmpuan ini dengan melihat motivasi, minat dankebiasaan membaca siswanya.pengukuran melalui tes dalam ranah ini agak jarang dilakukan guru karena menyangkut instrument yang agak rumit. Namun tidak ada halangan bila guru hendak melakukan secara sederhana. Sebgai contoh anda ingin mengetahui minat membaca siswa, maka anda dapat melihat seberapa jauh siswa tersebut acuh dengan berbagai tofik bacaan. Untuk mengukur apresiasi siswa, guru dapat memintak siswa mengungkapkan perasaan atau simpatiknya terhadap pelaku cerita.

3. RANAH PSIKOMOTOR

Ranah ini berkaitan dengan keterampilan fisik. Dapat membaca dengan sikap yang benar , membaca dengan lafal dan arti kulasi yang baik adalah contoh-contoh kemampuan dalam bidang ini.

Ø Alat penilaian

Alat penilaian yang digunakan dalam pengajran bahsa pada dasarnya sama dengan yang digunakan di dalam pengajaran lainnya. Alat ini dapat berupa tes dan non tes seperti wawancara, abservasi,

Sedang penilaian tes ditinjau dari pelaksanaanya, dibagi tiga bentuk yakni:

a. Tes tindakan, adalah tes yang mengharapkan jawaban dari siswa dalam bentuuk perbuatan. Dalam pengajaran membaca misalnya, siswa diminta melaporkan kegiatan membaca, menceritakan kembali isi bacaan, dan sebagianya.

b. Tes lisan, adalah tes yang mengharapkan jawaban dari siswa secara lisan. Yanta jawab yang dilakukan guru setelah kegiatan membaca merupakan bentuk tes ini.

c. Tes tertulis, tes yang mengharapkan jawaban dari siswa secara tertulis, yaitu soal jawaban singkat, soal benar-salah, soal pilihan bergandan dan essei.

Ø Cara Membuat Prosedur Kloz

Pilihlah utipan bacaan yang panjangnya lebih kurang 250 kata. Biarkan kalimat pertama dan terakhir utuh sebagaimana adanya. Mulai kalimat kedua hilangkan setiap kata kelima dari seluruh bacaan. Ganti setiap kata yang dihilangkan dengan sebuah spasi yang digaris bawahi. Bila kata kelima kebetulan sebuah kata bilangan biarkan kata itu tetap adanya. Kata berikutnya dihitung sebagai sebagai kata kelima

Contoh:

Kita semua tak ingin kelaparan. Kita semua takut menderita………oleh karena itu, sejak….. kita harus berusaha melawan …… membatassi penghuni bumi. Penduduk…….., manusia, tidak boleh bertambah…… . Pertambahan penduduk perlu diatur…….. semua mendapat tempat dan………makan minum secukupnya. Harus sedikit saja bayi yang dilahirkan ayah ibu.

Kata-kata yang dihilangkan ialah: kelaparan, dini, dengan, bumi, banyak, agar, mendapat.

a. Menskor tes kloz

Untuk memberi skor pada tes ini dapat dilakukan dua cara. Pertama, yang dinilai ialah kata yag persis sama dengan kata yang dihilangkan. Di luar kata itu salah. Yang kedua ialah dengan membenarkan kata apa saja yang dapat menggantikan kata yang dihilangkan, asal makna kata dan struktur kalimatnya dapat diterima. Misalnya agar di isikan ‘supaya’

b. Soal benar salah

Soal benar salah terdiri dari sebuah pernyataan. Jawaban siswa hanya ada dua kemungkinan benar atau salah. Kemampuan yang dapat diukur dengan soal ini ialah fakta, istilah, makna kata dan sejenisnya. Ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat bentuk ini:

v Pernyataan harus jelas, 100% salah atau 100% benar.

v Pernyataan tidak terlalu panjang dan rumit.

v Jumlah pernyataan yang salah dan benar harus seimbang. Misal: 10 soal untuk salah dan 10 soal untuk benar.

c. Soal pilihan ganda

Soal pilihan ganda sangat umum dipakai dalam tes membaca. Bentuk soal ini sangat fleksibel karena mampu mengukur semua jenjang ranah kognitif. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat soal bentuk ini:

v Kata-kata dan tata kalimat yang digunakan dalam soal-soal yang diberikan haruslah dibuat semudah mungkin.

v Pokok soal harus menjelaskan keterangan yang dinyatakan.

v Membuat jawaban yang salah atau pengecohan usahakan menimbulkan keraguan-keraguan

v Semua kemungkinan jawaban yang diberikan harus merangsang pengikut ujian membaca dengan teliti bacaan yang disajikan.

d. Soal menjelaskan (esei)

Soal esei banyak dipakai guru untuk menguji kemampuan siswa karena selain tampak pembauatannya lebih mudah, juga tidak semua jenjang kemampuan membaca siswa dpat diukur oleh soal objektif. Misalnya, menafsirkan bacaan sastra tidak dapat diukur oleh soal objektif. Karena itu soal bentuk esei disarankan tetap dibuat.

Macam soal esei ada dua yaitu soal dengan jawaban terbatas dan soal dengan jawaban bebas.

1. Soal dengan jawaban terbatas

Soal jenis ini membatasi isi dan bentuk jawaban siswa. Pembatasan tersebut dinyatakan dalam soal-soal dengan jawaban bebas. Contoh:

Ayah ibu membentuk keluarga kecil.

Keluarga berencana itu keluarga Pancawarga, terdiri dari 5 orang keluarga. Dan dua anak sudah cukup. Orang telah menemukan caranya. Namun catur warga lebih utama, ayah ibu dengan dua orang anak.

Urutkan kalimat-kalimat diatas menjadi paragraph!

2. Soal dengan jawaban bebas

Soal essai dengan jawaban bebas menghendaki jawaban yang lebih luas sesuai dengan pengalaman belajar siswa. Contoh soal: menurut pendapatmu mengapa keluarga caturwarga lebih utama?

Ø Cara menilai kecepatan membaca

Dalam pengajaran membaca cepat, siswa tidak saja diajarkan dapat membaca cepat tetapi juag adapat memahami isinya. Membaca cepat dapat dilakukan dalam hati. Untuk mengetahui apakah siswa dapat membaca dengan cepat serta pemahaman yang tinggi dapat diukur dengan rumus:

Jumlah kata dalam bacaan x persentase pemahaman isi=…….. kpm

Lama membaca dalam detik : 60

Hasil pengukuran ini menunjukkan kemampuan membaca siswa dalam satuan kata per menit (Kpm). Perlu diperhatikan dalam mengukur waktu baca yang diperlukan adalah detik, karena lama membaca tidak selalu tepat dalam emnit. Pergunakan alat bantu ‘stopwacth’.

· Prosedur penilaian

1. Berikan bacaan yang benar-benar belum dibaca oleh siswa

2. Tetapkanlah lama waktu membaca dan pergunakanlah criteria kecepatan membaca yang diajukan oleh prof. Dr. H.G. Tarigan.

3. Pergunakan stopwatch untuk memulai membaca dengan serentak sampai selesai.

Ø Cara menilai membaca bahasa

Tujuan membaca bahasa ialah agar siswa memiliki pengetahuan kebahasaan dari membaca. Unsure-unsur yang dapat dinilai dalam membaca ini ialah :

1. Pengetahuan akan kosa kata yang diambil dari bacaan

2. pengetahuan akan kaidah kebahasaan.

· Prosedur Penialaian

Berilah setiap siswa sebuah bacaan. Terangkan kepada siswa bahwa dalam bacaan tersebut terdapat berbagai kesalahan, dan siswa diharapkan memperbaiki kesalahan tersebut dengan cara menggaris bawahi kata-kata yang dianggap salah tersebut dengan kata-kata yang dianggap benar dengan cara menuliskan kata yang benar di atas kata yang dianggap salah.

Ø Cara Menilai Membaca Pustaka

Tujuan membaca pustaka ialah AGAR SISWA SECARA MANDIRI dapat membaca dan memanfaatkan perpustakaan. Karena itu unsure yang dinilai dalam membaca ini ialah keterampilan dalam memanfaatkan perpustakaan. Unsur-unsur tersebut ialah

1. Kemampuan menyusun kata-kata dalam susunan alfabetis, dan

2. Kemampuan memanfaatkan keterangan yang ada dalam kartu katalog.

· Prosedur penilaian

1. Guru menyiapkan sejumlah kata dan contoh kartu catalog

2. Guru menjelskan kepada siswa bahwa mereka harus menyusun kata-kata tersebut dalam susunan alfabetis

Ø Skor mentah

Mengolah hasil tes yang paling mudah dan sederhana yang dapat anda lakukan ialah dengan cara skor mentah. Skor mentah diperoleh dengan cara menjumlahkan semua jawaban yang benar. Kemudian dari skor tersebut disusun dalam rengking yang sederhana. Maka anda dapat memperoleh informasi kedududkan siswa pada kelompoknya.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Penilaian dalam suatu proses belajar mengajar sangat di perlukan. Hal ini sangat di perlukan seorang pendidik untuk mengetahui perkembangan dan keberhasilan peserta didiknya. Tanpa suatu penilaian seorang guru tidak dapat mrngetahui di mana kelemahan dan kelebihan anak didiknya. Penilain ini dapat berupa penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik.

B. SARAN

Seorang pendidik hendaknya mengetahui aspek-aspek apa saja yang harus ada dalam suatu penilaian di sekolah dasar.Agar guru tersebut dapat mengetahui kelemahan, kelebihan, serta batas kemampuan yang telah di capai anak didiknya.

DAFTAR PUSTAKA

0 komentar: