Rasa itu...
Banyak orang menganggapnya sebagai sebuah kewajaran
Sebagai tamu tak diundang pada masa pubertas
Berawal dari pemahaman makna lawan jenis
Berpangkal pada legalitas ikhtilath
Berujung pada kata "wajar"
Wajarkah? Ataukah harus saya paksa hati ini untuk me-wajarkan-nya?


“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah
suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (al-Israa’: 32)

Bias rasa itu muncul dalam variasi warna
Sebuah canda, keseriusan, keisengan, atau pengisi waktu luang
Sebuah loyalitas semu tanpa ikatan dan pertanggungjawaban
Mengantar ketidakpastian menuju delta kenistaan
Fiuuh.....saya tidak suka dengan kata nista ini
tapi mau apalagi, susah sekali menghaluskan nada untuk perbuatan ini

“Dia mengetahui khianatnya (pandangan) mata dan apa yang disembunyikan oleh hati”.(q.s.al-Ghofir:19)

Yah...silahkan lepaskan panah itu
Dengan luas pandang 180 derajat
Tak usah memilah mana halal dan haram
Gempur semua hijab kehormatan
dan silakan nantikan akibatnya
tapi jika engkau mau berpikir ulang
Baiklah saya bantu,

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap anak Adam bagiannya dari zina, ia mengalami hal tersebut secara pasti. Kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang dan kaki zinanya adalah berjalan dan hati berhasrat dan berangan-angan dan hal tersebut dibenarkan oleh kemaluan atau didustakannya” (*)

Yah...silahkan tamengi rasa penasaranmu
dengan berita-berita pemuas hasratmu
tak usah memilah mana halal dan haram
nikmati semua dengan khayalanmu
dan silakan nantikan akibatnya
tapi jika engkau mau berpikir ulang
Baiklah saya bantu,

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap anak Adam bagiannya dari zina, ia mengalami hal tersebut secara pasti. Kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang dan kaki zinanya adalah berjalan dan hati berhasrat dan berangan-angan dan hal tersebut dibenarkan oleh kemaluan atau didustakannya”.

Yah...silakan alunkan organ tak bertulang itu
Ciptakan parodi romantisme dalam kepekatan
tak perlu memilah mana halal dan haram
lantunkan semua syair pujangga picisan itu
dan silakan nantikan akibatnya
tapi jika engkau mau berpikir ulang
Baiklah saya bantu,

Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap anak Adam bagiannya dari zina, ia mengalami hal tersebut secara pasti. Kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang dan kaki zinanya adalah berjalan dan hati berhasrat dan berangan-angan dan hal tersebut dibenarkan oleh kemaluan atau didustakannya”.

Yah...silakan singsingkan rasa malumu
menyentuhnya tanpa rasa khawatir
tak perlu memilah mana halal dan haram
dobrak semua penjagaan kesucian
dan silakan nantikan akibatnya
tapi jika engkau mau berpikir ulang
Baiklah saya bantu,

Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap anak Adam bagiannya dari zina, ia mengalami hal tersebut secara pasti. Kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang dan kaki zinanya adalah berjalan dan hati berhasrat dan berangan-angan dan hal tersebut dibenarkan oleh kemaluan atau didustakannya”.

Yah...silakan langkahkan kakimu
menyinggahi tempat "terlarang" itu
Acuhkan semua pandangan iba terhadap kondisi imanmu
dan silakan nantikan akibatnya
tapi jika engkau mau berpikir ulang
Baiklah saya bantu,

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap anak Adam bagiannya dari zina, ia mengalami hal tersebut secara pasti. Kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang dan kaki zinanya adalah berjalan dan hati berhasrat dan berangan-angan dan hal tersebut dibenarkan oleh kemaluan atau didustakannya”.

Yah...silahkan mainkan hasrat dan khayalmu
Mungkin menurutmu ini sesuatu yang lebih ringan
Bersembunyi dalam topeng usaha penjagaan
oh atau mungkin sebuah ketidakberdayaan??
dan silakan nantikan akibatnya
tapi jika engkau mau berpikir ulang
Baiklah saya bantu,

Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap anak Adam bagiannya dari zina, ia mengalami hal tersebut secara pasti. Kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang dan kaki zinanya adalah berjalan dan hati berhasrat dan berangan-angan dan hal tersebut dibenarkan oleh kemaluan atau didustakannya”.


Wahai saudaraku, jika engkau termasuk orang-orang yang berpikir terlebih dahulu
maka saya berharap ini membantumu


Rasulullah sholallaahu 'alaihi wasallam bersabda,


((تُفْتَحُ أبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ : هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابُ لَهُ ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى ؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجُ عَنْهُ؟ فَلاَ يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ إلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ لَهُ إلاَّ زَانِيَةً تَسْعَى بِفَرْجِهَا))
“Pintu-pintu surga akan dibuka pada pertengahan malam lalu, lalu ada yang menyeru: “Adakah orang yang memohon lalu permohonannya dikabulkan? Adakah orang yang meminta lalu permintaannya dipenuhi? Adakah orang yang tertimpa sesuatu yang jelek lalu dibebaskan darinya? Maka tidak ada seorang muslimpun yang memohon dengan suatu permohonan kecuali dikabulkan oleh Allah, kecuali wanita penzina yang menjual kehormatannya.” [H.R. Ahmad dan Tabarani dengan sanad hasan]


((لَمْ تَظْهَرِ الفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إلاَّ فَشَى فِيهِمِ الطَّاعُونَ وَالأوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أسْلاَفِهِمْ الَّذِينَ مَضَوا))
“Tidaklah nampak suatu perbuatan fahisah (zina) pada suatu kaum hingga mereka mengumumkannya kecuali mereka akan ditimpa penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah ada pada orang-orang dulu sebelum mereka.” [H.R. Ibnu Majah]


Abdullah bin Mas’ud berkata: “Tidaklah nampak suatu riba dan zina pada suatu negeri kecuali Allah akan menghancurkan mereka.”


((... فَانْطَلَقْنَا إلَى ثَقَبٍ مِثْلَ التَّنُّورِ أعْلاَهُ ضَيِّقٌ وَأسْفَلَهُ وَاسِعٌ يُتَوَقَّدُ نَارًا ، فَإذَا اقْتَرَبَ ارْتَفَعُوا حَتَّى كَادَ أنْ يَخْرُجُوا فَإذَا خَمِدَتْ رَجَعُوا فِيهَا ، وَفِيهَا رِجَالٌ وَنِسَاءٌ عُرَاةٌ فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلاَءِ ؟ قَالاَ لِي : هَؤُلاَءِ هُمُ الزُّنَاةُ وَالزَّوَانِي)) وَجَاءَ فِي الحَدِيثِ أيضًا : ((أنَّ مَنْ زَنَى بِامْرَأَةٍ كَانَ عَلَيهِ وَعَلَيْهَا فِي القَبْرِ نِصْفَ عَذَابِ هَذِهِ الأُمَّةِ))
“Maka kamipun menuju ke suatu lobang, seperti tungku yang atasannya sempit dan bawahannya luas lalu dinyalakan api. Bila mendekat maka mereka akan terangkat hingga hampir saja mereka terlempar keluar, dan bila apinya redup maka mereka kembali turun. Di dalamnya terdapat golongan laki-laki dan perempuan yang telanjang, maka saya bertanya: “Siapa mereka? Keduanya menjawab: “Mereka itu adalah tukang zina laki-laki dan perempuan.” Dan di dalam hadits pula terdapat: “Sesungguhnya seorang laki-laki yang berzina dengan seorang wanita, maka bagi keduanya di dalam kubur akan disiksa seperdua siksaan umat ini.” (sabda rasulullah sholallaahu 'alaihi wasallam dalam hadits ru'yah)

Dan jika engkau berniat menanti akibatnya, tak ada yang bisa saya bekali kecuali sebuah peringatan
BERHATI-HATILAH dari:
wajah yang hitam dan kelam,
hati yang gelap karena cahayanya yang hilang,
jiwa yang penuh dengan kesedihan, kegundahan, dan jauh dari dari ketenangan.
Umur yang pendek,
berkah yang dicabut dan
kefakiran yang akan menimpamu.

Dalam salah satu atsar disebutkan:
(إنَّ اللهَ مُهْلِكُ الطُّغَاةِ وَمُفَقِّرُ الزُّنَاةِ)
“Sesungguhnya Allah membinasakan para thaghut dan menfakirkan para pelaku zina.”


Ya ALLAH, bantu kami menjauhi dosa ini
Ya ALLAH, bantu kami menjinakkan rasa fitrah itu agar tidak menjadi sebuah dosa


Allaahua'lam

http://kayyisatunnisaa.blogspot.com/2011/01/ya-allah-bantu-kami-menjinakkan-rasa.html

0 komentar: